Aku bukan turunan peramal , aku hanya berbicara iseng dan apa yang terlintas dibenakku pada saat itu. Yang lebih seru lagi aku pernah mempersatukan sepasang kekasih yang dulunya sudah putus alias MANTAN. Jadi mereka berdua itu pernah menjalin kasih selama 4 bulan. Lalu mereka putus. Mereka berdua ternyata sekelas dan mereka saling diam-diaman seolah-olah momok yang mengerikan sehingga tidak mau bertegur sapa. Itulah yang disebut "MANTAN" jika sudah tidak berhubungan jadi musuh.Ketika anak-anak sekelas sedang berkumpul di kelas tepatnya mengelilingiku pada saat itu untuk meminta diramal padaku. Ketika itu si mantan tepat ada di sebelah kiri dan kananku. Mereka menyaksikan ku meramal. tiba-tiba ada temanku yang berkata tebak mereka berdua dong??. Aku hanya tersenyum dan tertawa genit. Aku hanya berkata "Kalau Mereka Berdua Masih SAYANG" aku juga berkata kalau mereka berdua itu gengsi dan egoisnya sangat besar padahal masih sama-sama sayang , sehingga mereka menjadi musuh. cukup aneh memang apa yang ku katakan tapi itulah yang ada dipikaranku pada saat itu . Setelah aku ramal seperti itu si mantan hanya tersipu malu dan mereka berdua salaman di hadapanku. Pertunjukkan yang sangat seru, kisah romantisme remaja labil. Setelah beberapa selang waktu aku mendengar berita bahwa mereka berdua balikan lagi. Aku senang mendengarnya dan sampai sekarang hubungan mereka masih langgeng. :) :) :)
Masih banyak lagi cerita-cerita tentang ramalan konyol ku ini. Sudah banyak teman-temanku yang aku tebak tentang mereka. Namanya juga ramalan pasti ada yang benar dan ada yang salah juga.Intinya aku bukan peramal aku hanya menebak dan aku tidak punya kemampuan untuk itu. Ramalan oh ramalan kau membuat pengalaman SMA ku menjadi bermakna. Itulah pengalaman ku semasa SMA . Dan sekarang aku tidak mau meramal atau menebak seperti itu karena aku hanya manusia biasa, sama sekali aku tidak mempunyai kemampuan untuk hal konyol sperti itu.
THEIR OPINION ABOUT MY PREDICTIONS:






"It is the opinion of all of them about my predictions. I just remind you not to believe in forecasts, we must believe in the power of GOD"










Tidak ada komentar:
Posting Komentar